Setting Up VM dan Domain

 Membuat Folder Khusus Untuk Aplikasi

1. Catatan: server menggunakan OS Ubuntu 20.04 LTS
2. Untuk melihat posisi kita berada di folder mana, jalankan command ini
pwd

3. Untuk memudahkan management file di server, perlu dibuatkan folder khusus untuk menyimpan file-file yang diperlukan dalam menjalankan aplikasi. Folder yang akan digunakan untuk kebutuhan tersebut adalah /usr/local/apps/. Jadi semua file aplikasi akan ditaruh di dalam folder tersebut.

- Buat folder → mkdir /usr/local/apps
- Masuk ke folder → cd /usr/local/apps
- Cek posisi folder → pwd

. 4.Ingat! Semua file dan folder yang diperlukan harus disimpan di folder /usr/local/apps/.

 

Setting Up MySQL dan PhpMyadmin

1. Untuk men-setup MySQL dan PhpMyadmin, kita akan menggunakan docker-compose.
2. Buat folder untuk menyimpan docker volume mysql database /usr/local/apps/mysql-db. Jalankan command dibawah ini.
mkdir mysql-db

3. Buat file /usr/local/apps/docker-compose.yml, isinya seperti dibawah ini
- Membuat file → nano docker-compose.yml
- Ketikan code docker compose nya
- Untuk keluar dan menyimpan file tekan CTRL + x kemudian tekan y

4. Jalankan docker compose
docker-compose up -d

5. Pada browser buka http://MACHINE_VM_IP:8000

6. Masukan username dan password yang sesuai dengan settingan di
docker-compose.yml.

7. Referensi
a. https://hub.docker.com/r/phpmyadmin/phpmyadmin/
b. https://hub.docker.com/_/mysql

8. Selesai 

 

Setting Up Web Berbasis Wordpress

1. Sebelum melakukan setting up wordpress menggunakan docker compose, perlu melakukan beberapa hal dibawah ini:
- Stop docker compose → CTRL + c atau docker-compose down -v
- Hapus folder /usr/local/apps/mysql-db → rm -rf /usr/local/apps/mysql-db
- Buat folder baru /usr/local/apps/mysql-db → mkdir /usr/local/apps/mysql-db

2. Buat folder untuk menyimpan docker volume wordpress
/usr/local/apps/wordpress-app. Jalankan command dibawah ini
mkdir wordpress-app

3. Ubah file /usr/local/apps/docker-compose.yml menjadi seperti ini

4. Jalankan docker-compose
docker-compose up -d

5. Buka PhpMyadmin dengan membuka http://MACHINE_VM_IP:8000 pada browser, masukan user root dan password root yang sesuai. Database wordpress_app sudah dibuat

6. Buka Wordpress app dengan membuka http://MACHINE_VM_IP:8080 pada browser

7. Aplikasi wordpress sudah berhasil terinstall

8. Referensi:
a. https://docs.docker.com/samples/wordpress/
b. https://hub.docker.com/_/wordpress

9. Selesai

 

Instalasi Wordpress

1. Pada browser buka http://MACHINE_VM_IP:8080, kemudian pilih bahasa dan click
Continue

4. Silahkan anda login

Setting Up VM dan Domain

1. Saat ini, untuk membuka aplikasi wordpress kita menggunakan alamat IP VM dan port seperti http://MACHINE_VM_IP:8080.
2. Kita akan menghubungkan domain dengan IP VM server tersebut, sehingga aplikasi wordpress bisa diakses menggunakan http://mydomain.com atau http://subdomain.mydomain.com.
3. Untuk mencapai tujuan tersebut, kita akan menggunakan nginx https://www.nginx.com/ sebagai web server proxy.
4. Kita juga perlu memiliki domain. Saya sarankan menggunakan domain yang berbayar. Sebagai contoh, disini harga domain berkisar antara Rp. 100.000 - Rp. 300.000 per tahun https://www.niagahoster.co.id/domain-murah.
5. Pada panduan ini, saya akan menggunakan niagahoster sebagai contoh nya.

 

Kata mydomain.com Harus Diganti

1. Setiap kata mydomain.com harus diganti dengan domain anda.
2. Kalau tidak diganti, akan menyebabkan setingan anda tidak berjalan dengan baik dan benar. 

 

Menghubungkan IP VM Server Dengan Domain

1. Masuk ke dashboard hostinger, kemudian:
a. Klik Tab Domain
b. Klik tombol Kelola Domain


4. Disini saya akan menggunakan subdomain wordpress.mydomain.com sebagai alamat blog wordpress. Jadi isinya menjadi seperti ini
a. Record Type → A Record
b. Name → wordpress (bisa diakses lewat wordpress.mydomain.com)
c. IPv4 → Isikan alamat IP VM (jangan pakai port)
d. TTL → 3600 (sama dengan 1 jam)

4. Disini saya akan menggunakan subdomain wordpress.mydomain.com sebagai alamat blog wordpress. Jadi isinya menjadi seperti ini
a. Record Type → A Record
b. Name → wordpress (bisa diakses lewat wordpress.mydomain.com)
c. IPv4 → Isikan alamat IP VM (jangan pakai port)
d. TTL → 3600 (sama dengan 1 jam)

 


4. Silahkan buka IP VM anda, http://MACHINE_VM_IP, jika instalasi nya benar maka akan muncul halaman NGINX

5. Untuk menghubungkan dengan domain atau subdomain, kita harus meng-custom default nginx file. Silahkan jalankan command dibawah ini untuk menghapus default nginx file
rm -rf /etc/nginx/sites-enabled/default

6. Kemudian kita buat file baru dengan nama
/etc/nginx/sites-enabled/wordpress.mydomain.com, jalankan command dibawah ini dan isi file nya menjadi seperti dibawah ini
nano /etc/nginx/sites-enabled/wordpress.mydomain.com


7. Untuk memastikan settingan file nginx yang kita buat benar, maka perlu menjalankan command dibawah ini, jika benar maka hasilnya seperti gambar dibawah ini.
nginx -t

8. Setiap melakukan perubahan pada file nginx configuration, kita harus me-restart nginx nya dengan menjalankan command dibawah ini
systemctl restart nginx

 

9. Silahkan buka IP VM anda, http://MACHINE_VM_IP atau http://wordpress.mydomain.com , jika settingan nya benar, maka hasilnya akan seperti gambar dibawah ini.

10.selesai

Komentar